Rasulullah saw bersabda :
لاَ إِيمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ وَلاَ دِينَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَهُ (رواه أحمد والبيهقي)
“Tidak sempurna iman seseorang yang tidak boleh memikul amanah, tidak sempurna agama seseorang yang tidak boleh dipegang janjinya.” (HR. Ahmad dan Baihaqi)
Sikap amanah dan menepati janji, adalah dua sifat yang saling berkaitan, apabila ada amanah pasti ada sikap menepati janji, jika satu sifat hilang maka hilang pula yang lain, seseorang dikatakan amanah apabila ia mampu menepati janji dan ucapannya di hadapan orang lain, sebaliknya seseorang dikatakan menepati janji jika ia memiliki karakter amanah dalam dirinya.
Kedua-duanya adalah sifat utama yang harus terbangun dalam keperibadian setiap muslim. Kedua-duanya adalah sifat wajib yang mempunyai kaitan erat dan langsung dengan keimanan muslim kepada Allah swt.
Pentingnya sifat ini dan wajibnya karakter ini bagi setiap muslim, karena Allah swt telah mewajibkan setiap hamba untuk beriman kepada-Nya dan beriman kepada hari penghitungan amal, surga dan neraka, agar hati mereka selalu dalam keadaan sedar dan yakin bahwa Allah pasti melihat dan memperhitungkan seluruh amal perbuatan mereka, apabila baik baiklah balasannya, apabila buruk amaka buruklah balasannya, sehingga hidup mereka selalu istiqamah dalam mengikuti jalan yang lurus, atas dasar saling menasehati dan jauh dari sikap zalim dan menipu.
Apabila kita menyatakan diri beriman kepada Allah dan rasul-Nya, yakin dengan hari akhir, lalu mengkhianati kepercayaan seseorang, menipu dan memungkiri janji nya, maka hakikatnya ada kontradiksi kepribadian dalam diri kita. Ketika hati kita yakin akan kebenaran iman kepada Allah, pasti kita merasa bahwa Allah menyaksikan dan membalas apa yang kita lakukan, sehingga menjadi penghalang utama bagi dosa-dosa yang mencelakakan kita.
Seseorang yang tidak membuat saudara muslimnya merasa aman dan percaya dari kata-kata yang ia dengar, hubungan yang jujur, hak dan harta yang ia percayakan keamanannya, musyawarah yang tulus, maka orang tersebut tidak jujur dalam imannya dan tidak jujur dalam memperlihatkan rasa takutnya kepada Allah swt.
Apalah artinya kita memperlihatkan keimanan kita kepada Allah, tenggelam dalam tasbih dan dzikir kepada-Nya, atau menjulangkan menara masjid ke angkasa raya, sementara hati kita kosong dari rasa khawatir dan takut akan siksa Allah yang membawa kita untuk bersikap amanah di antara kita, dan jujur dalam hubungan sosial.
Syariat Islam pada dasarnya membawa manusia mengikuti jalan yang benar yang menjamin makna kebahagiaan bagi individu dan masyarakatnya. Betapa banyak orang yang mengambil agama ini hanya sebatas teks dan jauh dari penerapannya dalam kehidupan nyata.
Kita tidak dapat membayangkan bagaimana masa depan masyarakat yang tidak memiliki sikap amanah dan tepat janji.
Masa depan masyarakat seperti ini akan suram dan berantakan, krisis kepercayaan melanda semua anggota masyarakat, setiap orang tidak pernah percaya dengan kata-kata yang ia dengar, bisnis yang dijajakan dan setiap nasehat yang diterimanya.
Masa depannya adalah setiap hubungan tidak ada yang murni dan membuka jalan bagi kebaikan dunia maupun akhirat, kalaupun itu terjadi maka hanya beberapa hari saja, kemudian lahirlah pengkhianatan dan penipuan antara satu dengan yang lain, berantakanlah seluruh ikatan dan hati pun membara dengan api kedengkian dan kebencian, jauh dari semangat kerjasama dan cinta antara mereka.
Tersebutlah Muhammad bin al Munkadir ra, seorang pedagang jujur, tidaklah berkeliling selama berhari-hari di pasar-pasar dan pelosok perkampungan, mencari seorang badui yang telah membeli dari karyawannya barang dagangan dengan harga yang lebih tinggi dari harga bandrolnya, demi untuk mengembalikan sisa uang yang ia dapatkan karena kesalahan harga, kecuali karena didorong oleh rasa takut kepada Allah yang mengharu biru hatinya.
Para khalifah yang adil dan yang mengikuti mereka, tidak merasa aman dalam memberikan putusan di antara manusia, kecuali jika rakyatnya memiliki iman kepada Allah dan merasakan pengawasan-Nya, berkembanglah rasa percaya dan kejujuran di antara mereka.
Dan tidak heran jika Rasulullah saw bersabda :
“Tidak sempurna iman seseorang yang tidak bisa memikul amanah, tidak sempurna agama seseorang yang tidak bisa dipegang janjinya.”
SUMBER
Cpj: Sekiranya umat Islam benar-benar menghayati dan mengamalkan roh amanah dan menepati janji ini, umat Islam akan dihormati dan dipandang tinggi.Malangnya sikap sebahagian besar umat Islam amat jauh tersasar dari landasan ini justeru musuh-musuh Islam amat mudah menggunakan kelemahan ini memperlekeh dan menghina umat Islam. Umat Islam kini bukan sahaja tidak amanah dan tidak menepati janji kepada yang bukan Islam, malah mengkhianati amanah terhadap umat Islam sendiri.Maka bermaharajalelalah rasuah, pecah amanah, salah guna kuasa, zalim, menindas, mementingkan diri dan puak sendiri, dan bermacam-macam kebusukan sikap dan sifat yang bernanah dan berulat dalam kalangan umat Islam...
Cpj: Sekiranya umat Islam benar-benar menghayati dan mengamalkan roh amanah dan menepati janji ini, umat Islam akan dihormati dan dipandang tinggi.Malangnya sikap sebahagian besar umat Islam amat jauh tersasar dari landasan ini justeru musuh-musuh Islam amat mudah menggunakan kelemahan ini memperlekeh dan menghina umat Islam. Umat Islam kini bukan sahaja tidak amanah dan tidak menepati janji kepada yang bukan Islam, malah mengkhianati amanah terhadap umat Islam sendiri.Maka bermaharajalelalah rasuah, pecah amanah, salah guna kuasa, zalim, menindas, mementingkan diri dan puak sendiri, dan bermacam-macam kebusukan sikap dan sifat yang bernanah dan berulat dalam kalangan umat Islam...


Dalam maksud entry ini, semoga bermakna kepada semua,
ReplyDeleteBantuan Khas RM 100 Dipolitikkan ?